Rabu, 28 November 2012

KAPOLRI LANTIK KAPOLDA ACEH


Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Timur Pradopo memimpin serah terima jabatan (sertijab) empat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), termasuk Kapolda Aceh, di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri di Jakarta, Rabu (28/11). Selain Kapolda Aceh, juga dilantik Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kalimantan Barat (Kalbar).

Dalam sertijab itu Irjen Pol Herman Effendi yang sebelumnya Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri, dilantik Kapolri sebagai Kapolda Aceh.

Ia menggantikan Irjen Pol Iskandar Hasan yang dilantik menjadi Kapolda Sumsel, sebelumnya dijabat Irjen Pol Dikdik Mulyana. Seperti diketahui, Irjen Pol Dikdik Mulyana pensiun terkait keikutsertaannya sebagai calon gubernur Jawa Barat (Jabar) pada Pilkada 2013.

Dua Kapolda lainnya adalah Brigjen Pol Taufik Ansorie yang bertugas di Kalsel menggantikan Brigjen Pol Syarifudin yang menduduki jabatan baru sebagai Kadiv Propam Mabes Polri, menggantikan posisi Irjen Pol Herman Effendi.

Posisi Kapolda Kalbar dipimpin Brigjen Pol Tugas Dwi Apriyanto yang sebelumnya bertugas di Asisten Deputi Koordinator Penegakan Hukum Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, menggantikan Brigjen Pol Unggung Cahyono yang dimutasi jadi Kepala Korps Brigade Mobil.

Semua pergantian itu tertuang dalam Keputusan Kapolri No 178/XI/2012 Tanggal 23 November 2012. Seusai sertijab, Kapolri mengatakan, serah terima ini punya makna strategis karena tahun 2013 sudah ada kegiatan pemilu legislatif. Diharapkan para Kapolda ini bisa menyiapkan pengamanan sebaik-baiknya. “Tentunya hal ini terkait dengan masalah dinamika demokrasi yang menjadi kalender lima tahunan,” kata Timur.

Menurut Kapolri, sudah disiapkan pelatihan-pelatihan yang didahului dengan penataran, terutama di satuan wilayah (satwil) langsung di bawah Kapolda.

“Mutasi dilakukan, berangkat dari evaluasi yang berkaitan dengan masalah dinamika sosial, apa itu pada ujung konflik, kaitannya dengan pertambangan, perkebunan, ataupun perburuhan. Kapolda itu harus secara cepat bisa segera menguasai wilayah dan mengambil langkah-langkah preventif, serta bekerja sama dengan seluruh stakeholders di daerah,” kata Kapolri.

Kerja sama Kapolda dengan dinas-dinas terkait, termasuk dengan tokoh masyarakat, agama, dan adat, menurut Kapolri, itu harus, karena permasalahan itu seharusnya dikelola bersama secara terpadu. “Jangan menunggu sampai muncul masalah hukum, seperti yang terjadi di Kutai Barat dan Lampung Selatan,” imbuhnya sembari menyebutkan saat ini ada 10.000 personel polisi yang baru dididik untuk ditempatkan di seluruh Indonesia.


Kapolri Jenderal Pol, Timur Pradopo (kiri) menyerahkan tongkat komando kepada Kapolda Aceh yang baru Irjen Pol, Herman Effendie (kanan) usai dilantik di Rupatama Mabes Polri, Jakarta



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar