Minggu, 30 September 2012

POLRES PIDIE AMANKAN 39 BATANG GANJA


Aparat Kepolisian Resor (Polres) Pidie mengamankan 39 batang ganja, sekira pukul 21.00 WIB. Ganja dalam kebun semangka itu ditanam tiga warga Tempen, Kecamatan Kembang Tanjong.

Kedua penanam ganja tersebut yakni Ramli (35) dan Yoseb (35), warga gampong sama. Temuan ke-39 batang ganja tersebut berawal dari penangkapanan T Maskur, (24), yang kedapatan membawa satu amplop ganja kering dalam kantong celana. Dia ditangkap polisi saat mangkal di pos jaga (siskamling) gampong tersebut.

Setelah kasus itu dikembangkan, Maskur mengaku mendapatkan ganja itu dari ladang semangka yang ditanami oleh Ramli dan Yoseb. Dari keterangan itu, polisi menelusuri dan menemukan tiga batang ganja kering.

Selanjutnya, polisi juga menemukan lagi  32  batang ganja basah milik  Ramli dan Yoseb. “Saat ini, tersangka bersma 39 batang ganja kering dan basah sudah kami amankan di Mapolsek Kembang Tanjong,” ungkap Kapolsek Kembang Tanjong, Ipda Suprianto kepada Prohaba.



CINTA TULUS


Aku mencintaiMu dengan buncahan energi yang luar biasa dan dengan buncahan setiap nafasku yang melebihi tiap udara yang aku hirup..
Sungguh aku tak ingin lagi meminta engkau memudahkan urusanku tapi aku akan meminta berikan aku kekuatan untuk melewati kesulitan ditiap urusanku dan meminta engkau untuk selalu memberi petunjuk agar aku dan hatiku ini bisa bersatu dan sependapat dalam hal yang Engkau Ridhoi...


300 PERWIRA POLDA ACEH IKUTI PEMBINAAN MORAL


BANDA ACEH - Sebanyak 300 perwira jajaran Polda Aceh serta 100 ibu Bhayangkari mengikuti pembinaan prilaku moral dan mental, di Aula Pemko Banda Aceh, Jumat dan Sabtu, (28,29/9). Pembinaan terhadap mereka diisi pemateri dari lembaga training pembentukan karakter kepemimpinan emosional spritual quetient (ESQ) Jakarta. 

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Gustav Leo mengatakan, pembinaan mental tahap pertama itu diikuti 300 perwira, mulai para Kapolsek, Kasat jajaran Polda Aceh, serta para Kasubbag di Polda Aceh. “Kegiatan ini untuk membangun karakter dan perubahan mindset dan kebiasaan polisi, jika selama ini masih ditemukan prilaku mereka kurang baik agar berubah menjadi polisi berkarakter mulia, terutama dalam bertugas,”. 

Menurutnya, pembinaan serupa akan dilakukan untuk tahap-tahap selanjutnya sampai pada tingkat anggota polisi bertugas di lapangan. Itu semua dilakukan agar polisi di Aceh berkarakter mulia dan dapat memberikan pelayan prima kepada masyarakat.

Kamis, 20 September 2012

CINTA ABADI



setetes cinta ini..
Ingin ku beri padamu..
Kesetiaan Suci penuh kasih..
Kan kupertahankan Untukmu..
Tak kan ingkar dalam Hati..
Untuk setia berbagi..
Demi cinta suci..
Kaulah cinta sejati..
Walaupun di dunia tak ada keabadian..
tak membuat ku gentar..
Untuk tatap mencinta..
Hingga Akhir ayat..
dunia bisa hancur..
daun bisa gugur..
Tapi satu hal yang abadi untuku..
Cintaku padamu..
Rindu Terdalam
kutemukan cinta..
diantara banyaknya bintang..
Yang ada di angkasa cinta..
namun dia jauh disana..
cinta kita menjadi satu..
Namun engkau jauh..
Dari pandanganku..
Ku hanya terdiam termenung..
kurasakan nafasmu..
Kurasakan getar jantungmu..
Kurasakan manjamu..
Menjadi sebuah rindu bagiku..
Saat aku duduk..
memandang bintang di angkasa..
Entah kenapa air mata..
Jatuh membasahi wajah..
Rindu yang menyesakan dada..
Terlalu dalam di jiwa..
aku tak tahu mengapa..
Bisa terlalu cinta..
Kasih kau begitu jauh dimata..
tapi kau bagaikan nyawa..
Dalam hati terdalam..
Dan tak tergantikan..



LAGI, POLISI TEMUKAN SETENGAH HEKTARE LADANG GANJA


Aparat Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur kembali menemukan  setengah hektare ladang ganja di Kecamatan Peureulak Kota, Rabu (19/9), sekira pukul 16.00 WIB. Ladang yang ditemukan itu dipenuhi sekitar 400 batang ganja berusia satu hingga dua bulan.
Temuan ganja itu berawal dari adanya informasi masyarakat yang menyebutkan di satu tempat kawasan Peureulak Kota, terdapat ratusan batang tanaman ganja. Berdasarkan informasi tersebut, polisi segera bergerak menuju ke sana.

“Saat kami meluncur dan tiba di lokasi, ternyata benar di sana terdapat setengah hektare ladang yang ditanami ganja berusia satu hingga dua bulan. Jumlahnya mencapai 400 batang tanaman,” ujar Kapolsek Peureulak Kota, Iptu Jufrizal Zein,

Kata dia, polisi segera mencabut ganja tersebut. Usai itu, membakar gabja dimaksud di lokasi. Sebagian di antaranya dibawa ke Mapolres untuk penyelidikan.

“Tidak ada satu orang pun yang kami tangkap dari lokasi kejadian. Namun, ini tetap menjadi penyelidikan kami,”

POLISI PERIKSA OKNUM BRA


Diduga Gelapkan Bantuan untuk Korban Konflik

Penyidik Polsek Dewantara, Aceh Utara, memintai keterangan Jaf, oknum petugas Badan Reintergrasi Aceh (BRA) Aceh Utara sebagai terlapor dalam kasus dugaan penggelapan dana bantuan korban konflik. Jaf hadir ke Polsek untuk memenuhi panggilan polisi. Oknum tersebut dilaporkan Mariati Idrus (45), korban konflik asal Desa Uteun Geulinggang Kecamatan Dewantara pada 24 Agustus 2012 atas dugaan penggelapan bantuan untuk dirinya, sebesar Rp 39,9 juta lebih.

“Status Jaf masih terlapor. Penyidik terus memeriksanya untuk mendalami apakah ia terlibat dalam dugaan penggelapan bantuan untuk korban konflik itu atau tidak. Sekarang kita belum bisa pastikan hal itu,” kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Kukuh Santoso melalui Kapolsek Dewantara Iptu Sofyan kepada Serambi, kemarin.
Untuk sementara waktu, lanjut Kapolsek, terlapor diamankan dulu di mapolsek karena masih perlu pemeriksaan lanjutan. “Sebelumnya kita juga sudah memeriksa sejumlah saksi dari pihak terlapor dan petugas Bank Aceh Capem Krueng Geukueh.

KOMPLOTAN PEMBOBOL KACA MOBIL DIBEKUK


* Setelah Beraksi di Aceh Besar dan Banda Aceh
* Pelaku dari Luar Provinsi

BANDA ACEH - Satu komplotan penjahat yang memiliki keahlian menguras uang nasabah bank dengan cara membobol kaca mobil diringkus oleh polisi seusai beroperasi di Jantho (Aceh Besar) dan Kota Banda Aceh, Selasa (18/9) siang. Pelaku berjumlah enam orang menggunakan mobil Avanza BL 1218 YY dihadang di bundaran Lambaro setelah sempat kejar-kejaran dengan polisi.

Informasi yang dihimpun Serambi, sekitar pukul 13.20 WIB, terjadi aksi pembobolan kaca mobil Honda Jazz milik Toke Chek yang waktu itu parkir di belakang Bank Aceh, Kota Jantho, Aceh Besar. Pelaku berhasil menggondol uang Rp 10 juta di dalam mobil tersebut.

Aksi pembobolan kaca mobil Toke Chek terlihat oleh sejumlah warga di sekitarnya. Menurut saksi mata, aksi itu dilakukan oleh seseorang yang menggunakan sepeda motor. Setelah mengambil bungkusan uang dari dalam mobil, pelaku menyerahkan kepada pelaku lainnya yang standby di mobil Avanza yang masih menggunakan pelat putih.

Saksi mata sempat melihat dua sepeda motor bersama mobil Avanza kabur ke luar dari Kota Jantho arah ke Seulimuem. Polisi yang mendapat laporan terjadinya kasus itu secepatnya bergerak memburu pelaku termasuk mencurigai sejumlah mobil sejenis yang ada di Jantho.

Menurut polisi, setelah beraksi di Jantho, komplotan tersebut diyakini terus bergerak ke Kota Banda Aceh. Bahkan ada informasi, anggota komplotan yang menggunakan sepeda motor bergabung dengan rekan-rekannya di dalam mobil dengan meninggalkan sepeda motor di dua lokasi, yaitu Sibreh dan Lambaro.

Sekitar pukul 15.15 WIB terjadi kepanikan di Jalan Diponegoro, Banda Aceh tepatnya di depan sebuah toko fotocopy deretan Sinbun Sibreh. Di lokasi ini, sebuah mobil Avanza BL 703 JT yang sedang parkir milik Hadi Miswar, warga Kampung Ateuk menjadi sasaran pembobolan. Pelakunya dipastikan oleh polisi sama dengan komplotan yang beraksi di Jantho.

Uang di dalam mobil Hadi Miswar yang digondol pelaku berjumlah Rp 85 juta. Uang itu baru dicairkan oleh korban dari Bank Aceh.

Pelaku diduga sudah memantau korban sejak dari bank hingga akhirnya parkir di lokasi kejadian. Setelah memarkirkan mobilnya, Hadi masuk ke dalam salah satu usaha fotocopy. Hanya dalam hitungan menit, tiba-tiba Hadi dan warga di sekitar lokasi mendengar suara pecahan kaca yang bersumber dari mobil korban. Dengan gerakan kilat, pelaku kabur dengan Avanza berpelat putih.

Tak lama berselang, aparat Polresta Banda Aceh langsung bergerak dengan melakukan koordinasi ke seluruh polsek, baik di Banda Aceh maupun Aceh Besar. Dalam waktu bersamaan, aparat Polres Aceh Besar juga memburu target yang sama.

Dari lokasi kejadian, komplotan kabur ke arah Lambaro melewati jalan utama Banda Aceh-Medan. Sesampai di Lambaro diduga berbelok ke arah Lampeuneurut, ruas Jalan Soekarno-Hatta.

“Komplotan pelaku itu pertama kali dilihat oleh Kapolsek Seulimuem yang kebetulan melintas di jalur itu. Kapolsek Seulimuem meneruskan informasi ke sejumlah polsek di jajaran Polresta Banda Aceh, mulai Bandaraya, Baiturrahman serta polsek lainnya,” kata Wakapolresta Banda Aceh, AKBP Drs Sugeng Hadi Sutrisno didampingi Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol Erlin Tangjaya SH SIK serta Kasat Reskrim Polres Aceh Besar Iptu Aries Diego Kakori.

Menurut Wakapolresta Banda Aceh, sebelum pelaku berhasil diringkus sempat terjadi kejaran-kejaran dengan polisi yang menggunakan mobil dan sejumlah sepeda motor. Dari Lampeuneurut, pelaku berbelok ke arah Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya bahkan sempat melintas di depan Mapolsek Baiturrahman. Pengejaran terus berlangsung yang juga melibatkan Kapolsek Baiturrahman, AKP Abdul Muthalib bersama anggotanya.

Pelaku dan tim yang megejar terus melewati sejumlah ruas jalan utama di kawasan Kota Banda Aceh. Target kembali melewati jalan Banda Aceh-Medan hingga akhirnya dihadang di Bundaran Lambaro oleh polisi yang menggelar razia di sejumlah titik.

Selain meringkus keenam pelaku, Polresta Banda Aceh mengamankan barang bukti uang Rp 85 juta, mobil Avanza yang digunakan pelaku serta dua sepeda motor (Jupiter MX dan Revo).

Wakapolresta Banda Aceh menambahkan, keenam pelaku merupakan warga pendatang dari luar Provinsi Aceh. Bahkan salah satu anggota komplotan telah lebih dulu mensurvei sejumlah kawasan di Aceh mulai dari Takengon, Bireuen, serta beberapa kabupaten lainnya sebelum beraksi.

Hingga tadi malam, komplotan pembobol kaca mobil nasabah bank tersebut masih diamankan di Mapolresta Banda Aceh untuk proses pengusutan lebih lanjut.(mir/nas)

Jimat Keberuntungan yang tak Beruntung
ADA nuansa mistis yang mewarnai kasus kejahatan pencurian uang nasabah bank oleh komplotan pembobol kaca mobil yang terjadi di Banda Aceh dan Aceh Besar, Selasa (18/9). Polisi bukan hanya menyita barang bukti hasil kejahatan tetapi juga menemukan beberapa ikatan uang senilai Rp 51.000 (pecahan Rp 50.000 dan Rp 1.000) yang dijilit dengan buah menyerupai buah pinang yang dibungkus plastik dan sudah disembur dengan warna seperti air sirih.

Barang aneh itu ditemukan polisi di dalam mobil yang ditempatkan terpisah-pisah, termasuk di dalam tas. Awalnya pelaku menyebutkan benda aneh itu adalah obat cacar. Namun setelah polisi menemukan beberapa benda sejenis, akhirnya pelaku mengatakan benda tersebut adalah jimat keberuntungan sebagai penangkal maut.

Seorang anggota komplotan bernama M Zahri (34) asal Jambi mengatakan, sebelum beraksi, dirinya sudah lebih dulu melakukan survei ke sejumlah bank di Aceh. Bahkan dia pula yang menentukan titik-titik aman untuk operasi.

Selain berperan sebagai ‘sutradara’, Zahri juga bertugas sebagai sopir Avanza BL 1218 YY yang mereka gunakan saat beraksi. Teman-temannya baru seminggu di Aceh, sedangkan dirinya sudah lebih duluan. “Saya melakukan ini karena terlilit utang dengan orang kampung sebanyak Rp 80 juta,” ungkap Zahri.

Kini, petualangan Zahri cs di rimba kejahatan berakhir di Banda Aceh. Jimat keberuntungan yang mereka andalkan ternyata tidak beruntung.